gw yakin bagi cewe2 yang baca nih judul, bakal penasaran ama isinya.
hahahahaha^^
sama lah gak jauh beda, gw kalo baca notes orang tentang marriage juga begitu
pernikahan dalam pikiran kita mungkin definisinya adalah dua orang yang berbeda gender menikah karena mereka saling cinta.
tapi apakah benar cuma itu aja isi pernikahan?
aku baca post dr @hanshinta v nyest atau aku sebut aja ci shinta didalam notesnya pernikahan bukan cuma itu tapi harus menggambarkan hubungan TUHAN dengan jemaatNYA / gerejaNYA.
dan lagi didalam notesnya cici pernikahan itu sebuah panggilan, nah loh! jadi bisa aja donk kita gak menikah?
yap bisa! tentu aja bisa... kan ada orang yang melakukan pelayanan sebagai seorang single jugakan bahkan sampai akhir juga single kayak mother theresa.
tapi juga jangan berkecil hati karena semua itukan tergantung TUHAN yakan?
percayalah kalo T tahu apa yang terbaik buat kita, dia pasti tahu apa yang paling kita butuhkan dan dia pasti akan memenuhi kita.
yang mau aku sampein adalah jangan jadikan pernikahan sebagai akhir dari segala sesuatu dalam hidup kita.
karena pernikahan bukan berarti perjalanan kalian udah selesai, meski kalian sudah menikahpun kalian masih harus melayani, bukan saja harus melayani TUHAN bersama2 tapi juga melayani sesama kita
malah tanggung jawab kita pun akan semakin banyak saat kita menikah, apalagi kalo kita dah punya baby
gak akan mudah menjalaninya dan butuh banget kasih karunia TUHAN buat menjalaninya
apalagi kita manusia yang berdosa yang pada dasarnya kita bisa melukai orang lain maupun suami kita sendiri
semakin butuh kasih karunia DAD buat melewati hari2 pernikahan kita.
pernikahan itu gak sama kayak pacaran, kalo pacaran kita masih bisa tutup diri kita dan masih jaim2an. karena kita takut diputusin. kalo dah nikah kita gak perlu takut diputusin ya kan, orang dia dah jadi suami kita kok! apalagi didalam kristen tidak boleh ada kata bercerai. makin kagak takut donk! tapi sebenarnya apa perintah DAD? sebenarnya seorang istri harus tunduk kepada suaminya karena suaminya adalah kepala keluarga iyakan, jadinya semua keputusan yang memutuskan adalah suami, kita boleh memberi saran, tapi inget jangan terlalu memaksakan kehendak kita. biar suami kita yang memutuskan percayalah bahwa suami kita juga anak TUHAN yang pasti akan tanya TUHAN terlebih dahulu sebelum memutuskan segala sesuatunya. jadi saat kita menjadi seorang istri kita bukan malah bisa jadi bos, suruh suami ini itu begini begitu. sebagai istri kita makin harus melayani. tentu bukan berarti suami yang enak2 jadi bos. bukankah ada juga perintah DAD kepada para suami untuk mengasihi istrinya seperti mengasihi dirimu sendiri. sebenarnya ini termasuk dalam hukum yang kedua yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. dan karena kita menikah kita harus bisa menerima segala kekurangan dan kelemahan pasangan kita jangan malah kekurangan dan kelemahan pasangan kita dijadikan sasaran empuk buat menyerang mereka. inget donk definisi kasih di 1 korintus 13, yang cinta itu menutupi segala sesuatu.
jadi sebaiknya kita saling melayani satu dengan yang lain, jangan merasa egois atau bahasa halusnya mementingkan diri kita sendiri. karena melalui pernikahan sebenarnya kita belajar untuk mengasihi seseorang unselfishly dan unconditionally. maksudnya kita mengasihi suami kita gak perlu pake liat situasinya mau lagi ngapain kek, mau suasananya kayak gimana kek, mau lu kesel, mau lu marah, mau lu gak suka kek! lu tetap harus mengasihi dia sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri nah itu yang disebut gak egois. pokoknya pernikahan kita itu harus kita anggap sebagai sebuah anugrah yang dikasih DAD dalam hidup kita. kalo DAD udah kasih anugrah itu jaga dan rawatlah baik2.
karena pernikahan yang berasal dr DAD bukan pernikahan yang biasa2 aja loh! pasti bakal jadi pernikahan yang luar biasa bahkan kita bisa memberkati orang lain juga lewat pernikahan kita.
jadi buat cewe2 yang masih single, gimana udah mengerti sedikit tentang pernikahan?
jadi takut untuk menikah?
janganlah ya! pernikahan pada dasarnya adalah indah kalau pernikahan itu berdasarkan pada kasih TUHAN yang mengalir setiap hari dalam kehidupan kita.
ingat fokus pernikahan kita adalah untuk TUHAN, agar namanya lebih dipermuliakan lagi melalui pernikahan kita
aku doa supaya TUHAN memberkati kalian senantiasa dengan damai sejahterah dan sukacita.
Gbu all readers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar